BANJAR PEKRAMAN EKASILA

BANJAR PEKRAMAN EKASILA



Sekilas tentang Banjar di Bali Kata Banjar di Bali, sudah dikenal dari jaman dulu yang hanya mengurus masalah irigasi atau pengairan sawah yang dikenal dengan subak, karena maklum pada saat sebagaian besar penduduk mengandalkan mata pencaharian sebagai petani, beda dengan sekarang Bali yang menjadi daerah wisata dan seiring dengan perkembangan jaman, banjar memiliki fungsi yang lebih luas, yaitu untuk mengurus surat-surat administrasi pemerintahan seperti membuat KTP, Kartu Keluarga, kipem (untuk penduduk pendatang) dan untuk pendaftaran anak sekolah di tingkat sekolah dasar terutama untuk wilayah Kodya Denpasar. 

Sistem pemerintahan tingkat bawah ini persis seperti RT/RW. Di bawah banjar ini masih ada lagi, kelompok-kelompok kecil yang dinamakan tempekan atau banjar tempekan. Bale banjar di Bali Menurut fungsi, di Bali ada 2 jenis banjar, yaitu Banjar Dinas dan Adat. Banjar Dinas fungsinya untuk urusan pemerintahan, pembagian wilayah administratif di bawah Kelurahan atau Desa ini di kepalai oleh Kelian Dinas atau Kepala Lingkungan, setingkat dengan RT/RW, bedanyana nama identitas dari RT/RW memakai nomer angka, sedangkan Banjar memakai nama seperti Banjar (sering disingkat dengan Br.) Br. Ekasila, Br. Legian Kaja, Br. Titih, Br. Muding Mekar, Br. Gede dan banyak-banyak lagi yang lainnya. Satunya lagi Banjar Adat, fungsinya untuk urusan adat seperti dalam upacara agama di Pura-pura yang ada di desa bersangkutan, upacara perkawinan, ada kematian warga terutama yang beragama hindu. 

Banjar adat ini dikepalai oleh Kelian Adat, yang sifatnya sosial (tanpa gaji bulanan, seperti kelian Dinas), sebagai pengaman dinamakan pecalang, yaitu polisi adat yang terdidri anggota masyarakat setempat yang berfungsi mengatur keamanan saat upacara agama berlangsung. Banjar atau bale banjar ini memang memiliki fungsi penting di tanag Dewata ini, selain untuk balai pertemuan warga yang berfungsi juga untuk lebih mengenal satu warga dengan warga lainnya. 

Dipakai juga untuk kegiatan posyandu, sebagai tempat pelestarian seni seperti seni tari ataupun gamelan, kegiatan ibu-ibu PKK, kegiatan muda-mudi, utsaha dharmagita, bahkan bisa dipinjam untuk kegiatan upacara seperti tempat ngaben ataupun pesta pernikahan. Pada saat pemilu bale banjar digunakan sebagai tempat pemungutan suara (TPS). Banjar merupakan warisan leluhur yang patut terus dijaga. Dengan adanya banjar, ada juga ikatan kepada semua warga yang sewaktu-waktu dijadikan tempat pertemuan masyarakat, sehingga menimbulkan kedekatan sesama warga. (sumber : www.balimediainfo.com)
 
Balai Banjar Pekraman Ekasila
Alamat :
Jalan Pulau Batam No. 2 
Desa Dauh Puri Klod
Denpasar - Bali
80114